” Kumpulan Cerpen “
“Bukan cinta bertahan”
Malam minggu di romantic kafe.
Fie tengah asyik kencan Saturday night dengan kekasih gelap nya,Bayu.
Mereka terlihat modis dengan penampilan nya masing-masing.fie memakai gaun malam dan bayu memakai jas hitam.
Seorang pelayan di kafe tersebutmenghampiri meja 7 yang mereka tempati.
“pesan jus buah sama lemon tea mba…”ujar fie.untuk yang kesekian kali pada pelayan yang berpapan nama ‘luna’ itu.
Luna tak bergerak.ia hanya melotot-terpana- melihat bayu.
Fie dan bayu tertawa kecil melihat tingkah pelayan yang satu ini.sedikit heran juga terselip di benak bayu.
“hellow..? mbak luna…”bayu menggoyahkan tangan kiri luna.
“ehm..”ia berdehem kemudian.
“ups..sorry,sorry,sebentar saya ambilkan pesana jus buah plus lemon tea nya..”luna berlalu.memendam malu yang menggunung.
Suasana malam makin romantis.selain karena kepiawaian bayu merangkai kata-kata romantis juga karena situasi kafe yang sangat mendukung apa yang sedang dua insane itu rasakan.
Fie dan bayu terlihat semakin aktifmembikin keakraban bertambah dan menghilangkan kata garing saat itu. Mereka merasa enjoy dan makin klop!
Pesanan dating kemudian. Luna hadir lagi di antarakeduanya. Berdiri menyuguhkan pesanan sang pengunjung.
“silakan menikmati. And once again sorry for just now.” Luna menandaskan kalimatnya. Di akhiri senyum manis yang menggoda di bibir.
“it’s oke mbak.”kata fie dengan nada datar. Sbelum luna berlalu.
Secara tidak langsung,luna telah mencatat nomor ponselnya di kertas kecil dan menyelipkannya di bawah gelas bayu. Saat bayu mengetahui,diam-diam pula dia menyimpan kertas kecil berisi nomor ponsel luna ke dalam saku celana jeans biru nya.
“ Bayu kamu yakin nggak sih bias terus bertahan jadi kekasih gela..”
Bayu menukas cepat,
“cintaku ini akan..bertahan,tak akan ha..bis menembus jaman. Kau buat mega..menjadi….”
Hahaha..!!udah cukup beibh..cukup. I miss you and I so love you…” fie menghentikan bayu bernyanyi lagu “cinta bertahan” nya acha septriasa.
Lantas tertawa geli. Membikin magnet pesona semakin tarik menarik.Pandangan mereka bersatu.Menyisakan sepiyang menyusup. Tatapan keduanya penuh cinta dan full meaning.
Tiba-tiba ponsel fie berdering. Membuyarkan tatapan saat itu.
“Ben bakal kesini,dia gak tau aku lagi sama kamu” ujar fie. Setelah 5 menit Ben menelphone nya.
Fie dan bayu terdiam sesaat.
“aku gak berharaf rebut sama Ben. Aku ngerti apa yang kamu rasain,dan aku tahu gimana Ben,dia pasti meledak-loedak sama kamu kalau tahu kita lagi nge-date gini. Aku pulang ya beibh..?”
“makasih ya kamu pengertian banget..”balas fie.
“ingat fie,aku cinta bertahan ma kamu dan aku yakin kamu cinta sejatiku..”
Bayu pergi sebelum menciumi kening fie.
“Yank.besok jadi kan? “ ben memegangi tangan fie yang putih mulus di atas meja. Ia tak sadar bahwa di atas meja 7 tersebutlas minuman yang berbeda.
Fie mengangguk,”Ia”
Pukul 22.00 WIB.
Di kamar nya, fieberbaring menatap langit-langit sendirian. Ia kelelahan setelah pulang dari kencannya tadi.
Sekilas, sosok Bayu melintas di mata. Membuat nya trenyuh dan susah untuk tidur malam ini.
Dengan sekuat hati,fie berontak pada diri sendiri. Mencoba memejamkan mata , tapi tetap tak bisa. Padahal esok pagi-pagi hari sekali ia sudah harus bangun untuk bersiap kle pantai bersama sang pacar,Ben.
Lagi-lagi fie teringat akan ucapan Bayu yang kata demi katanya selalu mmembuatnya membathin.
“Meski kamu selalu nyakitin aku,cintaku akan selalu maafin kamu. Dan inilah cinta,percaya…mengerti…dan memberi. Aku gak pernah menyesal karma udah cinta sama kamu. Karma telah bisa memiliki pun itu udah cukup buat aku. Cinta sejati tidak pernah nuntut ataupun maksa…dan ini jugalah yang namanya cinta. Yang meracun di dalam darahku. Cintaku terlalu manis untuk di lupa kan…I Love You,Fie.” Fie terlelap.
Esok harinya…
Siang itu fie telah sampai di suatu pantai, bersama .Ben tentunya.
Ben banyak sekali menaroh harafan untuk moment kencannya kali ini. Ia berharaf , ini bukan Cuma sekadar refresh biasa, tapi juga sebagai alternative kencannya dengan Fie.
“ pergi berduaan sama Fie, seru juga kalo ke pantai…” kata Ben. Jauh hari sebelum rekreasinya benar-benar terjadi. Ia berfikir, dengan berduaan di pantai, dia bisa menghabiskan waktu untuk peningkatan hubungan dengan Fie. Ia juga sudah merencanakan apa-apa saja yang akan di lakukannya, seperti misalnya : bercerita tentang pribadi masing-masing , atau mungkin tentang mimpi yang ingin di capai bersama fie nya. Sambil di iringi dengan deburan ombak yang beriring,
“yups…yups…pastinya suasana kayak tersendiri buat gue sama Fie..” fakir |Ben antusias, mengangguk-angguk.
Hari ke-1…
Setelah makan sore, Fie beranjak keluar penginapan. Ia berjalan-jalan di tepi pantai tanpa sandal. Tiba-tiba ponselnya berdering.
“ Fie kamu di mana sihh? Kok ninggalin aku sendirian sih?! Harusnya kalau mau keluar, ajak-ajak kek atau bilsng dulu lah….!!” Fie tak ingin mendengar kamu harus nya bisa…bla..bla..bla….” fie tak ingin mendengar laki-laki di sana lama-lama berbicara. Ia menutup panggilan. Tanpa kata.
Bip. Terputus…
“ uuuoooggghhrrr..!” kesal Ben.
Hari kedua dan ketiga berlalu. Hari ke-empat…
Fie teringat lagi pada Bayu yang jauh di sana. Ia kembali terkenang pada Bayu yang sangat menjunjung tinggi arti cinta. Selama ini, Fie selalu berujar bahwa Bayu adalah yang paling tangguh. Tapi hatinya juga selalu bertanya, kenapa ia tak memilih Bayu sebagai pacar seutuhnya dan pacar satu-satunya.
Dan ia juga kembali teringat pada pacarnya sendiri, Ben. Yang posesif, 50 % egois, hobi mengeluh, dan uuoogghhrrrr…! Muak benar dia membayangkannya. Tapi hatinya tenang dan damai seketika saat sosok kekasih gelapnya terbayang di mata. Benar-benar berbeda dengan pacarnya sendiri, Bayu tak pernah mengeluh sebagai pacar kedua, Bayu tak pernah berlari saat Fie curhat tentang masalahnya dan bahkan Bayu tak pernah mendua !
“ Aku merindukanmu Bayu..” cetus Fie. Tanpa ia sadari bahwa Ben ada di dekatnya mendengar apa yang terlontar dari bibirnya meskipun pelan.
“ Apa !? kamu..? kamu rindu sama si Bayu..?!! bentak Nen dengan mata membola. Membikin Fie terhenyak kaget.
“ IYA !!!!” Fie meninggalkan Ben sendirian yang terpaku di tempat. Ben menyesali kencannya hancur tak seperti yang ia bayangkan sebelummya. Ambisi untuk meraih Fie lebih jauh kini telah pupus sudah.
Fie sendirian pulang, tanpa Ben lagi yang menemani. Ia menumpangi mobil bus.
Sepanjang perjalanan pikirannya terus di sibukkan dengan hal-hal tentang kekasih gelapnya itu, dan bukan tentang hancurnya perasaan Ben. Dia baru menyadari, bahwa cinta sejatinya bukanlah Ben, tetapi BAYU.
Fie teringat ucapan terakhir Bayu sewaktu kencan Saturday night di Kafe romantic dan itu adalah pertemuan terakhir mereka.
“ Ingat Fie, aku cinta bertahan ma kamu dan aku yakin kamu cinta sejatiku…” terngiang di telinganya ucapan terakhir sang kekasih gelap.
“ Demi cinta, I just for you..Bayu.” tegas Fie. Setelah turun dari Bus yang di tumpangi dan menandaskan perjalanan.
Entah karena apa, Fie menghentikan langkah di depan Kafe Romantic. Mungkin ia ingin beristirahat sejenak sebelum nantinya merangkul pundak hangat Bayu yang jauh di sana.
Tiba-tiba suara Bayu yang tengah menyanyikan lagu “ Cinta Bertahan”-nya Acha. S kembali terngiang.
“Cintaku ini akan..bertahan,tak akan ha..bis menembus jaman. Kau buat mega..menjadi….”
Fie makin bersemangat memantapkan hati untuk beristirahat dengan menikmati segelas Lemon Tea-nya di meja nonor 7 yang menyimpan begitu banyak kenangan semasa berkekasih gelap dengan Bayu. Dan ia tak sabar untuk segera membuang status itu.
Sssrreeek… di bukanya pintu Kafe yang sedang tertutup….
Mata Fie terbelalak kaget sat melihat ada Bayu di meja nomor 7 ! girang, Fie berlari merangkul Bayu dan menghamburkan ridunya.
Beberapa menit kemudian…
Kalimat demi kalimat telah Fie lontarkan pada Bayu, tapi Bayu tetap acuh, tak tergugah. Ia benar-benar tak mengerti atas apa yang telah terjadi pada kekasih gelap nya itu. Setelah tak bertemu tiga hari ini, sikap Bayu berubah total.
Fie mulai ragu atas semua ini, apalagi pada janji “ cinta bertahan “ Bayu.
“ Kamu adalah kenangan terindah ku Fie… mungkin saat ini kamu udah ngerti dan menyadari arti cinta yang sesungguhnya. Dan kamu pernah membuat aku berdecak kagum. Tapi…” akhirnya Bayu buka mulut juga, tapi kata-kata nya terputus saat seorang pelayan datang dan berdiri di sampingnya.
Fie mengernyitkan kening, “ apa lagi nihh..” pikirnya.
“ Tapi sekarang aku udah punya cewek beneran. Yang terungkap, terbalas dan tentunya nggak terkhianati. Dia Luna, pelayan Kafe ini yang sering melotot kalau melihat aku. Maafin aku…kamu tetap kenangan terindahku Fie…” Bayu menandaskan kalimatnya. Berlalu bersama Luna di sampingnya.
Terbalik. Fie merasa takdir di balikkan, apalagi ketika Bayu sempat menelphone-nya lagi dan berkata, “ Fie, are you wanna be my darkbeibhh ?”
Fie merasa hancur karma cinta sejatinya kini telah di miliki orang lain. Ia tak sanggup lagi jika harus bertemu Bayu. Seringkali air mata menetes di pipi -perlahan- menyimpan luka dan jelse yang dalam dan terpendam. Ia juga menyesali pernah menomorduakan cinta Bayu. Padahal kali ini ia benar-benar sungguh mencintai Bayu.
“ karma udah terjadi, aku harus bisa melewatinya “ rintih batin fie, menyadari yang selama ini ia lakukan. Ia ingin sekali lagi mengulang yang sengaja terbuang untuk kembali bersama Bayu lagi. Dan ia tak bisa lupakan kisah bersama Bayu yang pernah indah dan manis. Yang kini tinggal kenangan. Dan tak ‘kan ada kisah lagi.
” Kumpulan Puisi ”
Pergi cinta !
Satu…dua…tiga…
Entah ada di mana
Tengah ku saat ini
Memang batin tak dapat bisu
Cintaku terbagi dua
Antara hati terhubung..
Dan hati pemendam kagum
Ingin ku miliki kalian berdua..
Namun hanya angan dan mimpi
Kau ataupun dia
Dua-dua nya tak ada yang dapat ku miliki
Cinta..kenapa kau siksa aku??!
Pergi!
Kenapa kau tetap singgah di sini?
Lekas pergi!
Cinta..
Hello world!
“Bukan cinta bertahan”
Malam minggu di romantic kafe.
Fie tengah asyik kencan Saturday night dengan kekasih gelap nya,Bayu.
Mereka terlihat modis dengan penampilan nya masing-masing.fie memakai gaun malam dan bayu memakai jas hitam.
Seorang pelayan di kafe tersebutmenghampiri meja 7 yang mereka tempati.
“pesan jus buah sama lemon tea mba…”ujar fie.untuk yang kesekian kali pada pelayan yang berpapan nama ‘luna’ itu.
Luna tak bergerak.ia hanya melotot-terpana- melihat bayu.
Fie dan bayu tertawa kecil melihat tingkah pelayan yang satu ini.sedikit heran juga terselip di benak bayu.
“hellow..? mbak luna…”bayu menggoyahkan tangan kiri luna.
“ehm..”ia berdehem kemudian.
“ups..sorry,sorry,sebentar saya ambilkan pesana jus buah plus lemon tea nya..”luna berlalu.memendam malu yang menggunung.
Suasana malam makin romantis.selain karena kepiawaian bayu merangkai kata-kata romantis juga karena situasi kafe yang sangat mendukung apa yang sedang dua insane itu rasakan.
Fie dan bayu terlihat semakin aktifmembikin keakraban bertambah dan menghilangkan kata garing saat itu. Mereka merasa enjoy dan makin klop!
Pesanan dating kemudian. Luna hadir lagi di antarakeduanya. Berdiri menyuguhkan pesanan sang pengunjung.
“silakan menikmati. And once again sorry for just now.” Luna menandaskan kalimatnya. Di akhiri senyum manis yang menggoda di bibir.
“it’s oke mbak.”kata fie dengan nada datar. Sbelum luna berlalu.
Secara tidak langsung,luna telah mencatat nomor ponselnya di kertas kecil dan menyelipkannya di bawah gelas bayu. Saat bayu mengetahui,diam-diam pula dia menyimpan kertas kecil berisi nomor ponsel luna ke dalam saku celana jeans biru nya.
“ Bayu kamu yakin nggak sih bias terus bertahan jadi kekasih gela..”
Bayu menukas cepat,
“cintaku ini akan..bertahan,tak akan ha..bis menembus jaman. Kau buat mega..menjadi….”
Hahaha..!!udah cukup beibh..cukup. I miss you and I so love you…” fie menghentikan bayu bernyanyi lagu “cinta bertahan” nya acha septriasa.
Lantas tertawa geli. Membikin magnet pesona semakin tarik menarik.Pandangan mereka bersatu.Menyisakan sepiyang menyusup. Tatapan keduanya penuh cinta dan full meaning.
Tiba-tiba ponsel fie berdering. Membuyarkan tatapan saat itu.
“Ben bakal kesini,dia gak tau aku lagi sama kamu” ujar fie. Setelah 5 menit Ben menelphone nya.
Fie dan bayu terdiam sesaat.
“aku gak berharaf rebut sama Ben. Aku ngerti apa yang kamu rasain,dan aku tahu gimana Ben,dia pasti meledak-loedak sama kamu kalau tahu kita lagi nge-date gini. Aku pulang ya beibh..?”
“makasih ya kamu pengertian banget..”balas fie.
“ingat fie,aku cinta bertahan ma kamu dan aku yakin kamu cinta sejatiku..”
Bayu pergi sebelum menciumi kening fie.
“Yank.besok jadi kan? “ ben memegangi tangan fie yang putih mulus di atas meja. Ia tak sadar bahwa di atas meja 7 tersebutlas minuman yang berbeda.
Fie mengangguk,”Ia”
Pukul 22.00 WIB.
Di kamar nya, fieberbaring menatap langit-langit sendirian. Ia kelelahan setelah pulang dari kencannya tadi.
Sekilas, sosok Bayu melintas di mata. Membuat nya trenyuh dan susah untuk tidur malam ini.
Dengan sekuat hati,fie berontak pada diri sendiri. Mencoba memejamkan mata , tapi tetap tak bisa. Padahal esok pagi-pagi hari sekali ia sudah harus bangun untuk bersiap kle pantai bersama sang pacar,Ben.
Lagi-lagi fie teringat akan ucapan Bayu yang kata demi katanya selalu mmembuatnya membathin.
“Meski kamu selalu nyakitin aku,cintaku akan selalu maafin kamu. Dan inilah cinta,percaya…mengerti…dan memberi. Aku gak pernah menyesal karma udah cinta sama kamu. Karma telah bisa memiliki pun itu udah cukup buat aku. Cinta sejati tidak pernah nuntut ataupun maksa…dan ini jugalah yang namanya cinta. Yang meracun di dalam darahku. Cintaku terlalu manis untuk di lupa kan…I Love You,Fie.” Fie terlelap.
Esok harinya…
Siang itu fie telah sampai di suatu pantai, bersama .Ben tentunya.
Ben banyak sekali menaroh harafan untuk moment kencannya kali ini. Ia berharaf , ini bukan Cuma sekadar refresh biasa, tapi juga sebagai alternative kencannya dengan Fie.
“ pergi berduaan sama Fie, seru juga kalo ke pantai…” kata Ben. Jauh hari sebelum rekreasinya benar-benar terjadi. Ia berfikir, dengan berduaan di pantai, dia bisa menghabiskan waktu untuk peningkatan hubungan dengan Fie. Ia juga sudah merencanakan apa-apa saja yang akan di lakukannya, seperti misalnya : bercerita tentang pribadi masing-masing , atau mungkin tentang mimpi yang ingin di capai bersama fie nya. Sambil di iringi dengan deburan ombak yang beriring,
“yups…yups…pastinya suasana kayak tersendiri buat gue sama Fie..” fakir |Ben antusias, mengangguk-angguk.
Hari ke-1…
Setelah makan sore, Fie beranjak keluar penginapan. Ia berjalan-jalan di tepi pantai tanpa sandal. Tiba-tiba ponselnya berdering.
“ Fie kamu di mana sihh? Kok ninggalin aku sendirian sih?! Harusnya kalau mau keluar, ajak-ajak kek atau bilsng dulu lah….!!” Fie tak ingin mendengar kamu harus nya bisa…bla..bla..bla….” fie tak ingin mendengar laki-laki di sana lama-lama berbicara. Ia menutup panggilan. Tanpa kata.
Bip. Terputus…
“ uuuoooggghhrrr..!” kesal Ben.
Hari kedua dan ketiga berlalu. Hari ke-empat…
To be continued…okaii.



-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Februari 2009 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS